Rabu, 09 Januari 2013

Perbedaan Orang Pintar dan Orang Bodoh


Menjadi pintar atau bodoh adalah pilihan kita masing-masing. Tetapi, tidak selamanya orang bodoh itu lebih rendah derajatnya dari orang pandai dan tidak selamanya orang pintar itu lebih unggul dari orang bodoh. Orang pintar biasanya menghabiskan banyak waktu untuk belajar entah dari buku, media massa, atau pengalaman orang lain. Orang bodoh biasanya enggan belajar terlalu banyak dan mereka cenderung melakukan sesuatu secara spontan tanpa perlu berpikir panjang.

Orang pintar biasanya disegani di masyarakat. Mereka biasanya mendapatkan posisi yang bagus di perusahaan tempat mereka bekerja. Untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, mereka tentu harus memiliki ilmu yang memadai.  Tujuan utama mereka adalah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Sebelum mengabdikan diri untuk bekerja dan membangun masyarakat, orang pintar biasanya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar dan terus belajar. Mereka belajar dari tingkat TK sampai perguruan tinggi untuk mendapatkan ilmu sebanyak mungkin. Tidak cukup dengan gelar S1, mereka terus belajar untuk mendapatkan gelar yang lebih tinggi. Ya, orang pintar identik dengan belajar dan kegiatan akademik. Namun, orang pintar seringkali terperdaya oleh ilmu mereka sendiri. Mereka terus-menerus belajar tanpa lelah dan memenuhi otak mereka dengan ilmu atau informasi baru. Mereka belajar tanpa henti dan lupa untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari. Orang pintar seperti ini bahkan dianalogikan dengan seorang keledai yang menggotong banyak buku kemanapun dia pergi. Mereka membawa ilmu tanpa mau mempraktikkannya. Jika mereka mempraktikkan ilmu tersebut, itu tidak sampai 10% dari semua yang telah mereka pelajari. Akibatnya, sebagian besar ilmu tersebut hanya ‘mengendap’ di dalam otak. Seringkali orang pintar ini membosankan karena hanya berbicara mengenai teori.

Orang bodoh mempunyai pandangan hidup yang berbeda dengan orang pintar. Mereka tidak menghabiskan waktu yang banyak untuk belajar dan tujuan hidup mereka lebih sederhana. Jika terpaksa harus belajar, orang bodoh hanya belajar sedikit dan langsung mempraktikkan apa yang telah dia pelajari. Mereka tidak suka berbicara tentang teori karena hal itu dianggap hanya membuang-buang waktu. Mereka lebih suka praktik dan melakukan tindakan secara spontan. Biasanya, mereka tidak betah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk duduk di bangku sekolah. Mereka puas hanya dengan ijazah SMP atau SMA. Jika mereka dipaksa untuk belajar di Perguruan Tinggi, mereka sudah minta DO sebelum lulus. Bagi mereka, kuliah itu membosankan karena penjelasan dari dosen terlalu rumit untuk dimengerti. Mereka tidak mempunyai cukup ilmu atau ijazah untuk menarik minat perusahaan. CV mereka pun tidak menarik untuk dibaca. Dengan kata lain, mencari kerja bukan pilihan yang tepat. Mereka memilih melakukan pekerjaan berat atau berwirausaha. Banyak orang bodoh terjun ke dunia bisnis dengan ilmu seadanya. Mereka belajar dalam proses berbisnis tersebut. Jika ada kesalahan, mereka belajar dari kesalahan tersebut untuk menjadi lebih baik. Seringkali mereka tidak bisa mengerjakan tugas yang terlalu rumit dan mereka lebih suka merekrut orang lain yang lebih pintar untuk melakukan pekerjaan tersebut. Dalam pergaulan, mereka tidak terlalu menjaga jarak dan bisa akrab dengan siapapun.

Menjadi bodoh atau pintar adalah pilihan masing-masing. Namun, tidak semua orang pintar bisa menjadi sukses. Banyak orang bodoh yang bisa menjadi lebih sukses daripada orang pintar. Tidak perlu menyombongkan diri dengan kepintaran yang dimiliki karena kepandaian tersebut tidak menjamin kesuksesan seseorang. Hal paling penting adalah bagaimana kita bisa menjalani hidup ini dengan baik dan memberikan manfaat bagi orang lain.

0 comments:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.
Jangan lupa beri komentar ya.